Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Saturday, December 13, 2008

Remaja Militan

Ahmad, begitu ia biasa dipanggil di kalangan teman sekolahnya. Anak-nya pendiem. Nggak banyak tingkah, nggak pernah bikin onar. Ahmad, teman kita kali ini, biarpun pendiem tapi doi amat tegas dalam bersikap. Sorot matanya yang tajam, seringkali bikin ciut nyali kawan-kawannya. Tepatnya, segan kalo harus bertatap wajah dengan anak muda ini. Ahmad berwibawa. Umurnya baru aja 17 tahun, tapi pikirannya jauh melebihi usianya. Contohnya aja, Ahmad sangat bersemangat kalo ngomongin soal kejadian yang ia baca di koran atau dengar di radio, juga ketika kebetulan nonton televisi. Ahmad selalu membahasnya. Seakan ia nggak mau melepaskan begitu saja kesempatan yang dimilikinya untuk ngobrol bareng teman sekolahnya. Malah beberapa teman sekolahnya menjuluki Ahmad dengan sebutan “Suhu”. Bukan apa-apa, selain getol ngebahas setiap kejadian yang ia lihat, doi juga lihai ngasih solusi Islam atas persoalan tersebut. Jitu lagi. Gimana nggak oke kan?
Selain itu, Ahmad juga aktif banget di kegiatan remaja masjid sekolahnya. Rasanya, hampir di setiap kegiatan selalu ada Ahmad. Ahmad yang menggerakkan semua kegiatan rohis. Entah itu pengajian di kelas, di masjid sekolah, atau kegiatan-kegiatan keislaman lainnya. Pokoknya anak kelas 2 SMU ini oke banget deh. Idealismenya tinggi. Semangatnya dalam mengkaji dan mengamalkan Islam udah teruji. Ahmad memang jempolan. Alhamdulillah.
Wuih, kalo saja anak muda banyak yang seperti Ahmad, rasanya Islam bakalan terus bersinar. Mengapa? Sebab “ruh” Islam betul-betul lengket dan menyatu dalam pikiran dan jiwanya. Lalu diwujudkan dalam lisan dan perbuatan keseharian. Boleh jadi, rasanya nggak bakalan ada anak sekolah yang nongkrong di mal saat jam pelajaran berlangsung. Bukan tak mungkin, nggak akan ada lagi anak yang mencoba untuk menjajal nyalinya lewat tawuran dengan anak sekolah lain. Barangkali, nggak akan ada anak putri yang ngebet dandan ala Britney Spears, Mariah Carrey, atau Madonna. Mungkin juga, tak ada anak cowok yang hobinya nyantai karena emang nggak banyak aktivitas berguna dalam hidupnya. Tapi semuanya menyatu dalam nuansa Islam yang menyejukkan. Islam menjadi gaya hidupnya. Insya Allah.
Oya, ada satu lagi tentang Ahmad. Remaja ini punya motto hidup: “Hidupku hanya untuk Islam!” Wah, gimana nggak hebat. Itu sebabnya pula, ada banyak temannya yang bilang, Ahmad militan banget.
Hmmm... kamu tahu istilah militan? Kalo kamu baca Kamus Besar Bahasa Indonesia, bakalan menemukan definisi militan. Di situ disebutkan bahwa militan adalah bersemangat tinggi, penuh gairah, dan berhaluan keras.Wah, oke banget kan kalo jadi orang yang militan?
Ahmad, yang muda yang militan. Gelar itu tampaknya pantas disandang anak laki ini. Sebab, antara ucapan dan tindakannya memang mencerminkan sikap seperti itu. Terus terang saja, anak muda yang seperti Ahmad sulit ditemukan saat ini. Sebab yang kita tahu sendiri, banyak anak muda seumuran Ahmad justru tenggelam dalam “hajatan” shabu-shabu, larut dalam kriminalitas, asyik-masyuk dalam baku syahwat, enjoy dalam gemuruh pesta musik, yang puteri masih betah berdandan ala kadarnya (baca: pamer aurat), malah ada juga yang sedang menapaki karir bak penjudi Monte Carlo dan Las Vegas. Walah?
Sobat muda muslim, kita semua merindukan remaja seperti Ahmad. Semangat-nya nggak pernah mati. Tetap menyala dalam jiwanya. Ia tak pernah gentar menghadapi segala rintangan dan hambatan hidup. Sebab yang ia tahu, hidup bukan untuk ditakuti, tapi hidup kudu dinikmati, meskipun harus mengha-dapi ketakutan. Ahmad adalah fenomena remaja militan. Semoga saja ia bisa menularkan semangatnya kepada teman-teman remaja yang lainnya. Dan tentunya, semoga teman remaja lainnya juga bisa mencontoh Ahmad. Jadi, buatlah seperti contoh.

Related Posts



0 comments:

Komentar Terkini

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Copyright 2008 Home Eka-Pino | Contact All Rights Reserved