Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Sunday, November 16, 2008

Batas Antara Lautan (sebuah konsep massa jenis)

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing [1443]. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahmaan:19-21)

He has let free the two bodies of flowing water, meeting together:Between them is a Barrier which they do not transgress:Then which of the favours of your Lord will ye deny?(Ar-Rahmaan:19-21)


[1443] Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa “la yabghiyan” Maksudnya masing-masingnya tidak menghendaki. dengan demikian maksud ayat 19-20 ialah bahwa ada dua laut yang keduanya tercerai karena dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (tidak diperlukan) Maka pada akhirnya, tanah genting itu dibuang (digali untuk keperluan lalu lintas), Maka bertemulah dua lautan itu. seperti terusan Suez dan terusan Panama.

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (Al-Furqaan:53)

It is He Who has let free the two bodies of flowing water: One palatable and sweet, and the other salt and bitter; yet has He made a barrier between them, a partition that is forbidden to be passed. (Al-Furqaan:53)


 Maha suci Allah yang telah mengatur alam dengan sangat sempurna dan mengalirkan lautan-lautan untuk kemudian bertemu. Di dalam pertemuan dua lautan yang mengalir-air tawar lagi segar dengan air asin lagi pahit- tidak terjadi percampuran antara keduanya, karena air sungai mengalir diatas air laut. Kajian ilmiahnya hal ini dapat terjadi karena massa jenis (kerapatan suatu benda) air sungai lebih kecil dibanding massa jenis air laut, sehingga zat massa jenis yang lebih kecil berada diatas zat massa jenis yang lebih besar. Pengetahuan yang telah diberikan ini menjadi salah satu bukti bahwa Al-Quran bukanlah buatan Rasulullah Muhammad SAW sebagai yang telah dituduhkan, karena beliau tinggal di padang pasir hingga akhir hayatnya dan tidak satu kalipun berpergian melintasi lautan.

Related Posts



0 comments:

Komentar Terkini

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Copyright 2008 Home Eka-Pino | Contact All Rights Reserved