Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Tuesday, June 2, 2009

Bulan Pernah Terbelah

Benarkah peristiwa menakjubkan 14 abad yabg lalu saat Rasulullah dengan izin Allah membelah bulan?. Apapun yang datang dari Allah dan Rasulnya masuk akal atau tidak maka tiada pilihan untuk menolaknya. Karena sebuah penolakan adalah sbuah jawaban sedekat apa Iman kita pada kebenaran itu?. Untaian Risalah berikut smoga bisa menambah keyakinan kita akan sebuah kebenaran,... kebenaran yang mutlak dari-Nya.
Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??Di bawah ini adalah kisahnya:
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya.

Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."

Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!"

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:
Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai akhir surat Al-Qamar.

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??"

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati."
Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...

Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS.

Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.

Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab,

"Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq

Selengkapnya...

Saturday, May 16, 2009

Green Tea and Its Relation to Promoting Periodontal Health

by: Zyra Robinson



Since ancient times, green tea has been popular in Asian cultures like China and Japan. It is their beverage of choice because of its medicinal benefits. Its popularity has surged in the western hemisphere largely because of its proven ability to treat ailments such as headaches and depression. Dentist Burbank supports the scientific research regarding green tea and its health benefits. It has proven effective in fighting cancer, lowering high cholesterol levels, dealing with cardiovascular problems, ensuring immune infection, and preventing arthritis, among others. What makes green tea special is that it is rich in catechin polyphenols (epigallocathechin gallate or EGCG), which is an effective antioxidant. Green tea is known to prevent cancer and weight loss. It also inhibits abnormal formation of blood clots.

Dental Burbank believes that the study published by the American Academy of Periodontology (AAP) about green tea consumption should be taken seriously. Given the close links between dental health and overall health, it has been found that green tea also helps promote healthy teeth and gums by fighting periodontal diseases. According to Dentists Burbank, there are lots of information regarding the study done before by Japanese researchers when they analyzed 940 men focusing on their periodontal health. They found out that people who drank green tea regularly obtain good periodontal health.

There were three indicators examined regarding periodontal diseases. When green tea was consumed during the study, it was discovered that the periodontal pocket depth, attachment loss of gum tissue and bleeding on probing of the gum tissues (three indicators) decreased its potential on having periodontal disease. According to Cosmetic Irvine, the research has shown that the catechin, which is an antioxidant in green tea, helps promote good periodontal health. Catechin interferes in the body's inflammatory response to periodontal bacteria. Because of this type of antioxidant, there is less chance of getting chronic inflammatory disease (periodontal disease) that affects gums and bones that support the teeth. DDS Irvine agreed with what Dr. David Cochran, DDS, PhD, President of the AAP and Chair of the Department of Periodontics at the University of Texas Health Science Center at San Antonio, when he said: "That is why it is so important to find simple ways to boost periodontal health, such as regularly drinking green tea - something already known to possess certain health-related benefits."

Green tea helps promote periodontal health and prevents diseases closely associated with in periodontal diseases. This is because green tea interferes with our body's response to periodontal bacteria. There are, however, concerns regarding the harmful effects of drinking green tea because it also has caffeine. Although it contains caffeine, which sometimes lead to insomnia (the only negative side effect reported), the caffeine content in tea is relatively small. Coffee, on the other hand, has more caffeine in its content compared to tea. Tea, therefore, is safe to drink. This is a beverage that is easy to find. It gives a lot of health benefits not only to our overall health but also to our dental health.

Selengkapnya...

Swine Flu - How To Protect Yourself Quickly & Easily

by: Simon Doderer


The guidelines state: INFORM / THE HIGHEST LEVEL / BASIC HYGIENE SOLUTIONS

Swine Flu:

The current issue of the swine flu, this is caused by an Influenza A type virus.
This determines the characteristics, such as shape and make up of the virus.
Byotrol from Northern Environmental kills this type of virus.
It is the infections that are caused by the swine flu virus that are difficult to control/treat.

Byocare Handmousse used on hard surfaces or hands kills the virus it does not treat the disease. Byotrol helps ‘prevent’ and protect – EN1500 with 30 minute and 16 hours control!

This may not be as direct proof as we like but we can be very confident that Byotrol is effective against flu virus

Below are some guidelines on our website – I have highlighted in red several of the many key features whereby simple, back to basic measures underpinned by the Byotrol Technology can help.

Swine Flu - Byotrol Publishes Guide Lines To Help Businesses

27th Apr 2009

Pandemic Flu Policy & Contingency Plan

1. INTRODUCTION

A Swine Flu ( influenza) pandemic has the potential to severely affect UK

Business, employees and their families, and requires specific planning over and above that made for disasters It is recommended the planning focuses on:

• Raising employees awareness of the threat of a pandemic and testing staff preparedness:

• Maintaining health surveillance and hygiene measures:

• Producing action plans that are specific to each of the business’s locations, taking into account local healthcare provision and regulatory systems governing drug licensing and stockpiling : and

• Enhancing protection for high risk and vulnerable employees.

2 Background

Pandemic influenza (flu) is a type of influenza that occurs every few decades and which spreads rapidly to affect most countries and regions around the world.

Unlike the “ordinary” flu that occurs every winter in the UK, pandemic flu can occur at any time of year.

Pandemic flu is much more serious than “ordinary” flu. As much as a quarter of the population may be affected – possibly more.

Pandemic flu is likely to cause the same symptoms as ordinary flu but the symptoms may be more severe because nobody will have any immunity or protection against the particular virus.

Swine influenza or “Swine Flu” is a contagious disease caused by mutation in influenza A viruses.

Swine Flu - How To Protect Yourself Quickly & Easily

3 Planning for a PANDEMIC

3.1 The CEO should be the business’s designated pandemic coordinator and a pandemic response team from across the business should be set up and trained in clearly defined rolls.

3.2 The functions of the pandemic response team includes

• Maintaining the team’s own awareness of global developments in Swine Flu (including guidance on containment strategies and vaccines)

• Developing training and awareness materials for the business

• Briefing the Management Board

• Ensuring links are maintained with external stakeholders in planning for a pandemic flu (e.g. suppliers, customers and where relevant the Public)

PANDEMIC RESPONSE

Working practices and social distancing

• Employees who are fit to return to work following an absence due to pandemic flu (and who have therefore developed immunity to the disease) might be considered for high-risk, essential roles.

• The company should establish flexible working policies, enabling line managers to agree home working, different shift patterns, or relocation to a site more local to the employee’s home where appropriate.

• Employees will be required to work at least one metre away from colleagues to ensure social distancing and managers will reconfigure work-site layouts to enable this to take place

• Other social distancing responses are likely to include:

o Absolutely no shared use of Telephones and mobiles

o Advising employees to avoid face-to-face meetings and to use telephone and internet services instead, where possible

o If this is not possible, meeting only in a large room and maintaining a distance of at least one metre between participants

o Advising employees to avoid crowded places (lifts) or heavily populated gatherings (e.g. sporting events)

o Advising employees to avoid travelling at busy periods on public transport

• Essential workers who are totally reliant on public transport may be offered dedicated transport to and from work

Infection Control

• During a pandemic the business should seek to reduce the overall and specific risks to members of staff by taking appropriate infection control actions (e.g. strengthening guidance on hand washing, unnecessary contact such as hand shaking and isolataion of any member of staff with symptoms such as coughing)

• Basic health protection advice including the following guidance:

o Avoid close contact

o Staying at home when sick or sickening

o Covering completely with disposable tissues mouth and nose when sneezing and coughing sanitising hands afterwards

o Avoiding touching eyes, nose and mouth

• Additional protection measures will be taken to ensure that influenza does not spread through contaminated objects and surfaces, such as handles, railings and counters. Surfaces touched by hands will be cleaned at least daily using Byotrol products.

• Staff with flu-like symptoms will be required to stay at home until the symptoms disappear and will be allowed in the workplace only in extreme circumstances

• Staff developing symptoms at work will be accommodated in a designated isolation room while arrangements are made to transport them home. Precautions will be introduced for all those entering and leaving this room.



Swine Flu - How To Protect Yourself Quickly & Easily

Staff at risk of developing influenza-related complications (e.g. pregnant workers and those with compromised immune systems) will be reassigned from high-risk work sites and locations in the event of a pandemic.

Business and personal travel

• Only essential business travel should be considered during a pandemic and procedures for approving travel need to be tightened, requiring authorisation from a senior manager

• The pandemic response team should monitor travel plans and new procedures for notifying employees’ location during periods of business travel will be introduced in the event of a pandemic

• Staff required to visit pandemic-affected areas on business will be provided with appropriate health advice and personal protective equipment (e.g. masks, Byotrol based handwipes) and employees will have the right to refuse to travel to such areas

• Staff visiting affected areas for non-business purposes during a pandemic may need to be required to stay away from work for a period of quarantine on unpaid leave.

3.3 Goods services and functions of the business that are essential to its operations and survival will be defined and the Business will:

• Carry out devolution planning: i.e. plan which services can be carried out by other sites:

• Develop an order of succession: i.e. plan which services can be carried out by personnel other than those who normally given the task and train non-essential back-up staff to perform essential tasks

• Stockpile small quantities of essential supplies, materials and equipment

• Ensure that maintenance plans are up to date to guarantee that all equipment essential to the business’s operation is capable of sustained operation in the event of a pandemic

• Prepare time lines for how long it will be possible for the Business to carry out its essential functions without critical supplies, personnel and equipment

• Produce forecasts of employee sickness absence during a pandemic flu

• Put in place policies to enable flexible working (e.g. home- working ) in the event of a pandemic flu:

• Put in place a pandemic response team that will take steps to heighten awareness of the Business infection control procedures, particularly provisions covering hand hygiene:

• Provide specific training for all employees and students on personal, workplace and family protection and actions to take as a pandemic develops;

• Prepare employee support services, including grief counselling and psychiatric care ;

• Ensure that adequate supplies of infection control materials (Byotrol mousse for hand hygiene, surface sprays, wipes, gloves and masks) are held in preparedness for a pandemic.

The Byotrol hand hygiene programme is just one element of our ‘Hygiene Revolution’ whereby we can challenge and manage the Critical Control Points within food processing / preparation / service:

Floors / Food Contact surfaces / Hands

Product offering:

Hand Hygiene / Skin care Unit Pack End user unit price

Byocare Mousse

50ml 30 x 50ml £2.99

Byocare Mousse

600ml 12 x 600ml £8.50

Byocare Mousse

5L - re-fill 4 x 5L £16.00

Swine Flu - How To Protect Yourself Quickly & Easily

FOOD MANUFACTURING

For Food-processing, food-preparation and food-service there are complex hygiene issues such as:

 Food preparation: deli, bakery, on site food prep: sandwiches etc

Floors: HD Food Safe Degreaser/ food contact surface Byosan, Cleaner Sanitiser + (Ready for use), Byowipe (Byosan liquid inside)

 Food storage, display and check out – floors, shelving, check-out conveyors

Broad spectrum usage: Byowipe – kills and protects / multi surface usage

 People ‘hands’: one of the major contributing factor for food spoilage and pathogens – some statistics claim upto 80% can be attributed to poor hand hygiene

(General public: circa 40% of men and 20% of women do not wash their hands after using the toilet)

(Catering workers: circa 50% do not wash their hands prior to preparing food)

Byocare – hand hygiene programme: soap, sanitiser, dispensers, training programme

Prepared by Simon Doderer – http://www.nenviro.com with content from Byotrol PLC.

Selengkapnya...

Wednesday, April 22, 2009

Adakah Jagat Lain?

Allah berfirman, ‘Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam. Dan bagi-Nya lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ (al-Jatsiyah: 36-37)

Para ahli tafsir memiliki banyak pendapat tentang kata ‘alamin yang menunjukkan luasnya pemahaman mereka. Jagat kita (universe) yang kita lihat sangat luas itu merupakan tingkatan yang jarak setengah diameternya adalah 30 miliar perjalanan cahaya. Dengan arti bahwa seandainya kita memulai perjalanan dari titik terjauh yang satu dengan kecepatan 300 ribu km/detik, dan itu adalah kecepatan kosmik terbesar, maka kita membutuhkan 30 milyar tahun untuk sampai ke titik terjauh di sisi lain dari alam semesta ini.

Para ahli astrofisika bertanya-tanya, adakah dunia selain dunia yang kita lihat ini, dan bagaimana dimensi-dimensinya jika ia ada. Kita memang tidak melihatnya, tetapi barangkali ia ada karena kita tidak melihat setiap yang ada. Allah berfirman, ‘Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.’ (al-Haqqah: 38-40)

Para ahli astrofisika menyatakan bahwa dunia kita barangkali hanya seperti balon yang mengapung di angkasa yang sempurna dimensi-dimensinya.

Apa kata ahli tafsir?

Al-Qurthubi: Para ahli takwil berbeda pendapat mengenai kata ‘alamin. Menurut Qatadah, kata ‘alamin adalah jamak dari kata ‘alam, yaitu setiap maujud selain Allah. Kata ini tidak memiliki arti tunggal, sama seperti kata rahthun (kelompok) dan qaum (golongan). Husain bin Fadhal mengatakan penghuni setiap zaman itu disebut ‘alam. Dan lain-lain.

Wahb bin Munabbih berkata, ‘Sesungguhnya Allah memiliki delapan belas ribu jagat, dan dunia hanyalah satu jagat dari sekian banyak jagat tersebut.’

Abu Sa‘id al-Khudri berkata, ‘Sesungguhnya Allah memiliki empat puluh ribu jagat, dan dunia dari timur hingga barat adalah satu jagat.’

Muqatil berkata, ‘Jumlah jagat adalah delapan puluh ribu. Empat puluh ribu jagat di antaranya ada di dalam air, dan empat puluh ribu di antaranya ada di darat.’

Menurut al-Qurthubi, pendapat yang pertama adalah yang paling mendekati kebenaran, karena ia mencakup setiap makhluk dan eksisten. Dalilnya adalah firman Allah, ‘Firaun bertanya, ‘Siapa Tuhan semesta jagat itu?’ Musa menjawab, ‘Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya.’’ (asy-Syu’ara: 23-24) Kata ‘alamin di dalam al-Qur’an sebanyak 60 kali, dan salah satunya mengisyaratkan langit dan bumi.

Di kalangan para ilmuwan hari ini muncul banyak pertanyaan yang membingungkan seputar keberadaan jagat lain di tengah ciptaan yang mahabesar ini. Inti pertanyaan tersebut adalah: apakah ada jagat-alam lain dengan hukum yang berbeda dari hukum yang mengatur jagat kita, dimana cahanya melesat lebih cepat, dan dimana daya gravitasi lebih kuat daripada yang kita kenal?

Banyak ilmuwan meyakini keberadaan jagat lain selain jagat kita. Di antara mereka adalah Max Tugmart, John G. Cramer, Susan Wealze and David Hoytawes. Salah satu model yang diprediksi keberadaannya oleh para ilmuwan adalah kembaran galaksi kita, yang jaraknya dari kita adalah 1028 meter dari kita.
Max Tugmart berpandangan bahwa jagat paralel (parallel universe) bukan sekedar fiksi ilmiah. Bahkan, dunia lain itu tidak lain adalah implementasi langsung dari kajian-kajian kosmologi.

Malkuth antara al-Qur’an dan Sain:

Sangat mengherankan bahwa kata malakut yang disebut beberapa kali di dalam al-Qur’an itu digunakan para ilmuan. Mari kita cermati apa yang ditulus John G. Cramer,

‘Gene Wolf menduga bahwa yang disebut dunia ini bukan merupakan satu-satunya jagat, melainkan seperti satu dunia di luar perjalanan waktu. Kita akan membutuhkan kata lain, dan saya mengusulkan kata malkut yang dalam bahasa Kabalist yang berarti jagat. Tetapi, menurutku kata tersebut bukan kata baru, dan sepertinya kasar.’

Seandainya Gene Wolf tahu bahwa kata malkut atau malakut itu adalah kata asli Arab dan disebut di dalam al-Qur’an al-Karim, maka ia pasti tidak menyebutnya ‘kasar’. Allah berfirman, ‘Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan (malakut) langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Qur'an itu?’ (al-A’raf: 185)

Suzanne Willis menyebutkan bahwa jagat-jagat yang paralel itu dimungkinkan terpisah sesuai teori-teori yang terpisah dengan dua jalan. Jalan pertama pada fase huge inflation of the universe (pemekaran besar dunia), dimana satu bagiannya yang kecil berkembang menjadi besar, dan sesudah itu jadilah dunia yang kita kenal saat ini. Dan dimungkinkan bagian-bagian yang lain menempuh jalan yang sama, berkembang, dan membentuk dunia-dunia lain. Sedangkan jalan kedua dan sesuai teori kuantum, dunia-dunia paralel itu berjalinan akibat Quantum Event.

Max Tugmark meneliti teori-teori fisika yang berkaitan dengan jagat-jagat paralel, yang tersusun dalam empat tingkatan jagat, yang memukinkan adanya variasi yang berkelanjutan.

Tingkatan pertama adalah jagat-jagat raya yang tidak diatur dengan fisika dan konstanitas fisika jagat kita, tetapi bisa jadi perkembangan Artikelnya berbeda.

Tingkatan kedua adalah jagat-jagat yang konstanitas-kontanitas fisikanya dan dimensi-dimensi ruang dan waktunya berbeda dari yang ada di jagat kita.

Tingkatan ketiga, setiap kuantum dimungkinkan memunculkan banyak salinan.

Tingkatan keempat memiliki hukum-hukum fisika yang berbeda.

Sumber: eramuslim

Selengkapnya...

Komentar Terkini

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Copyright 2008 Home Eka-Pino | Contact All Rights Reserved